Posts

Sunyi di Ring Road: Juremi dan Malam Terakhirnya

Bantul, 21 Maret 2025 Sore itu, hari belum benar-benar gelap, lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu seolah bersiap menyambut malam. Namun, di tepi jalan Ring Road Selatan, malam terlambat—kematian datang lebih dulu. Di sisi jalan itu, sebuah mobil Toyota Calya merah terparkir—sendiri. Di dalamnya, seorang pria ditemukan duduk kaku dalam kematian. Tak ada nama. Tak ada identitas. Dan yang paling menyakitkan—tak ada yang mencari. Tepat pukul 5 sore, tubuhnya ditemukan duduk berserah seolah menyerah pada luka di kepala dan darah yang telah berhenti mengalir. Di dalam mobil itu, hidupnya berlalu dalam kesepian di tengah ramainya kota. Seperti biasa, polisi datang mengevakuasi jasad dan barang bukti. Tubuh yang kesepian itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk diperiksa lebih lanjut. Tiga hari berlalu. Mayat diautopsi, penyelidikan digelar, dan kebenaran akhirnya muncul ke permukaan. Korban adalah Juremi (64), seorang lansia yang tak pernah tahu bahwa hidupnya akan bera...

Janji yang Retak, Bayi yang Tumbang

Lampung, 11 Januari 2025 Pagi itu, tangis yang biasanya membelah subuh tak lagi bersuara. Hanyut dalam sunyi. Tenggelam dalam kematian. HS, bayi perempuan yang baru belajar memanggil ibu, ditemukan bersimbah darah. Di rumahnya sendiri. Satu luka tebas di kepala—cukup untuk merenggut dunia yang belum sempat ia genggam penuh. Ia belum sempat tumbuh. Belum sempat bertegur sapa dengan tetangga. Belum memahami arti kehidupan. Namun kematian datang terlalu dini, membawa pulang tubuh kecil yang tak pernah memilih untuk mati. Menyisakan diam yang terus menggema di dinding kamar. Di rumah itu, kematian tak datang tanpa nama, ia merayap pelan tanpa suara dalam sosok yang biasa disebut ibu. Namanya UD. Istri, ibu—kini pembunuh. Polisi menduga motifnya: depresi berat. Ia baru saja melahirkan, tubuhnya belum pulih total. Pikirannya masih belum stabil. Namun pria yang seharusnya merawat luka pasca melahirkan justru menoreh luka baru—dengan perempuan lain. Suaminya hilang tanpa pamit, tanpa kecupan t...

Tragedi Kendari: Malam Yang Merenggut Hidup Seorang Lansia

  Kendari, 01 Juli 2025. Malam itu, angin bertiup pelan di Kota Kendari. Jalanan mulai lengang, lampu-lampu rumah mulai menyala satu per satu. Di balik ketenangan malam pertama bulan Juli, sebuah rumah di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, menyimpan kesunyian yang tak biasa. AI, perempuan berusia 59 tahun, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya . Tubuhnya tergeletak dalam kondisi setengah telanjang, lehernya mengalami luka yang diduga akibat sabetan benda tajam. Tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadiannya. Hanya ada diam, darah, dan serpihan barang-barang pecah yang berserakan di lantai. Keluarga mulai cemas sejak malam sebelumnya. Pesan tak dibalas, telepon tak dijawab. Hingga keesokan harinya, AI tetap tak memberi kabar. “Sejak malam dihubungi tidak merespons. WA-nya cuma centang satu. Pagi sampai sore juga tidak aktif,” kata keponakannya, Ivonne, yang akhirnya meminta suami AI mengecek rumah itu. Apa yang mereka temukan bukan sekadar kematian. Itu adalah perampasan...

Jupiter Z Yang Tertidur: Kisah Motor Kenangan dan Janji Yang Belum Selesai

  Tanah Merah, 10 Juli 2025. Motor itu masih ada di teras samping rumah--diam, berkarat, dan berselimut debu. Jupiter Z-ku. Lampunya tak lagi menyala, suaranya tak lagi membelah pagi. Ia bukan lagi kendaraan, tapi peninggalan. Sebuah rangka besi yang menyimpan riwayat perjalanan, kenakalan, dan cita-cita. Pagi ini, ketika kepalaku sibuk menggambar rencana masa depan, mataku tanpa sengaja jatuh padanya. Dan seperti pintu waktu, pandanganku mengembalikanku ke tahun-tahun yang belum terlalu jauh, tapi terasa sudah sangat lama. Empat tahun yang lalu, Jupiter Z itu adalah teman paling setia yang kupunya. Setiap hari, ia mengantar pantatku ke bangku kuliah. Ia bukan hanya transportasi--ia adalah jam weker beroda dua, pengingat tugas, dan pelarian dari razia polisi. Jam lima pagi, kami sudah melaju. Bukan karena rajin, tapi karena takut: takut pada petugas partai cokelat yang berjaga di setiap gang sekolah, takut pada polisi yang bisa menciduk kami kapan saja. Motor itu tak punya STNK, ak...

Larangan Pickup NTT: Surat Edaran Dari Langit

Nusa Tenggara Timur, Juli 2025. 05 Juni 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan sebuah lembar pemberitahuan penting—isinya penjelasan, pembatasan dan syarat-syarat baru yang membatasi siapa boleh mengangkut siapa. Mobil pickup, yang selama ini menjadi tumpuan harian masyarakat, khususnya masyarakat desa untuk pergi ke pasar, sekolah, kota atau bahkan rumah sakit—kini hanya boleh muat barang, bukan orang. Jika pun mengangkut manusia, jumlahnya terbatas—maksimal 5 orang. Adapun Standar Opersional Prosedur (SOP) yang harus ditaati: tersedia tangga naik turun, tempat duduk dan pegangan tangan, terlindung dari panas dan hujan, tersedia sirkulasi udara dan tentu harus memperhatikan faktor keselamatan penumpang. Semua itu termuat rapi dalam Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor BU.100.3.4.1/04/DISHUB/2025 Tahun 2025 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Pasar Dalam Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aturan ini bukan tidak berdasar. Pickup bukan angkutan umum, ...